|
Beberapa tahun yang lalu saya mendapatkan email dari seorang sahabat, berisi tentang sanggahan dan umpatan John Reed tentang kebenaran kisah 'Rich Dad Poor Dad', karangan Robert T. Kiyosaki. Email yang setebal buku itu membeberkan bahwa 'semua' kisah Kiyosaki adalah fiksi alias dibuat-buat.
Sempat saya terbawa emosional karena teori-teori Kiyosaki tentang 'kebebasan finansial' yang sangat mempengaruhi pola pikir saya. Apalagi si pengirim email, yang kawan baik saya, menutupnya dengan komentar kekecewaan berat atas kebohongan Kiyosaki. Sia-sia dong yang aku baca dan yakini selama ini! katanya.
Saya baca berulang-ulang kesinisan kritikannya tentang Kiyosaki. Intinya cerita itu fiksi, bukan kenyataan! Kemudian saya termenung sejenak sambil berfikir, so what is the problem? Apa yang sebenarnya dipermasalahkan? Apakah sharing Kiyosaki yang berisi tentang jalan menuju kebebasan finansial itu salah? Ataukah cerita Kiyosaki fiksi atau bukan? Saat membeli buku itu, tujuan saya adalah mencari jalan keluar tentang permasalahan bisnis yang saya hadapi saat itu. Peduli amat dengan fiksi ataupun tidaknya. Toh, terbukti teori-teori yang diungkapkan Kiyosaki telah mengubah kehidupan banyak orang, telah membangkitkan Spirit Entrepreneurship didunia. Orang-orang biasa bisa memiliki penghasilan luar biasa. Kenapa dipermasalahkan? Sedangkan film fiksi seperti Spidermanpun juga memberikan suatu pelajaran. Ibu Spiderman pernah mengatakan,Di balik KEKUATAN yang Besar, tersimpan TANGGUNG JAWAB yang Besar. Wow! Jadi, siapapun yang mengatakannya, apapun kejadian yang menimpanya, seorang yang berfikir positif, akan selalu mengambil hikmah dari setiap kejadian. Banyak orang mencari dalih untuk tetap tinggal dalam zona nyamannya. Mereka menyalahkan orang lain untuk melakukan pembelaan nurani, agar tidak merasa bersalah.
Pernah saking gregetannya kami kepada sahabat yang selalu buat alasan itu, kami sepakat untuk meminjamkan buku Berfikir dan Berjiwa Besar, agar penyakit dalihnya sembuh. Karena isi buku itu, terutama halaman 23 keatas, berisi tentang segala penyakit dalih yang kronis dan cara penyembuhannya. Setelah sekian lama kami pinjamkan buku itu, kamipun menanyakan,Apa komentarmu tentang buku itu?. Tahu gak apa jawabnya? Sorry, gue belum ada waktu untuk baca. Yah, dalih lagi
.!
Sukses itu berpola, gagal juga berpola. Banyak orang terjebak di pola pecundang. Mereka memiliki penyakit yang sama, suka menunda, berdalih dan tidak konsisten. Silakan amati orang sukses dan temukan pola mereka, maka anda akan temui alasan kenapa mereka layak sukses. Tentu saja jika kita mau (bukannya mampu) mengubah pola gagal kita ke pola sukses, dengan melakukan kebiasaan yang dilakukan oleh orang sukses, maka InsyaAllah, kita akan mendapat hasil yang orang sukses dapatkan.
Cerita saya diatas, bisa jadi fiksi atau bukan, yang akan sia-sia jika tidak ada manfaat yang bisa anda ambil.
Segala sesuatu akan menjadi yang terbaik, apabila mereka mengambil yang terbaik dari segala sesuatu yang terjadi Zig Ziglar
FIGHT!
Jaya Setiabudi
Director Y.E.A
Coach Entrepreneur Camp
Pendiri Entrepreneur Association
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
Hp : 0819 818 919
|