|
Tanya :
Mas Jay yang keren...
Saya Agus di Bontang waktu itu ikut seminar Enterpreneur di Bontang.
Saya ingin menanyakan tentang bagaimana melanjutkan dan mengembangkan
usaha warung makan orang tua yang mulai menurun. Langkah apa yang harus
saya lakukan... dengan kondisi:
1. Warung telah berjalan lebih dari 15 tahun tapi hasilnya sangat kecil
dengan karyawan hanya 1 orang dan orang tua saya sendiri.
2. Warung di tempat yang menjadi satu dengan rumah, terlihat tidak nyaman.
3. Orang tua tidak pernah mau mempercayakan penanganan penyajian
makanan terhadap karyawannya sehingga dengan tenaga yg memang cuman 1
semakin lama pelayanan di warung tersebut.
4. Tidak ada promosi (promosi seperti apa yg paling pertama harus saya lakukan bila saya ikut terjun).
5. Pelanggan hanya pelanggan lama
demikianlah banyak uneg2 saya... waktu di Bontang saya blum terpikir
untuk menanyakan langsung ke Mas Jaya. Setelah masuk ke situs ini yang
mas infokan waktu itu jadi terpikir... MENGAPA TIDAK MELANJUTKAN ATAU
MENGEMBANGKAN USAHA ORANG TUA?
saya sendiri saat ini masih berstatus sebagai karyawan.
terima kasih atas kesediannya untuk membaca apalagi kalau membalas.
salam enterprenur
Agus
Jawab :
Trimakasih Mas Agus atas pujiannya, sebetulnya saya itu tidak "keren", cuma "enak dilihat" aja, he he...
Perihal melanjutkan usaha orang tua, yang pertama harus di"clear"kan
adalah:"Apakah orang tua memberikan ijin untuk mas Agus campur tangan
disitu? Apalagi mengurusinya 100%?". Jika ijin itu sudah didapat,
barulah kita bicarakan step berikutnya.
Pertama, jangan berusaha mengubah culture atau tradisi orang tua
menjalankan usaha secara total atau 180 derajat. Karena nantinya akan
berbenturan pendapat. Kebanyakan anak muda, apalagi yang habis lulus
kuliah dan terjun ke bisnis orang tuanya, serta merta ingin mengubah
semuanya, tanpa mempelajari efek psikologinya. Mereka lupa (atau
mungkin belum tahu) ilmu "komunikasi" dalam suatu perubahan.
Lebih baik, dengan apa yang sudah berjalan saat ini, dihargai, sambil
membelokkan sedikit demi sedikit. Perubahan yang drastis seringkali
banyak memakan "korban".
Kedua, sekali-sekali, ajak orang tua makan ke warung makan
franchise yang terkenal, misalnya Pizza Hut. Sambil minta mereka
mengamati dan membandingkan dengan warung makan mas Agus sekarang.
Masukkan faham "kepercayaan terhadap karyawan" sedikit demi sedikit
dan dengan cara yang halus.
Ketiga, baru terapkan strategi-strategi marketing yg mas Agus
rencanakan. Mengenai lokasi yg masih di rumah sendiri, tidak jadi
masalah jika ditata dengan rapi. Banyak orang bilang,"tempatnya membawa
rejeki". Mungkin saja warung mas Agus sudah banyak dikenal orang. Bukti
pelanggan lama balik terus, artinya mereka puas, tinggal ditambah
prospek-prospek baru saja.Saran terakhir, jika mas Agus tidak sabar dengan proses
perubahannya yang lambat, ya buka aja usaha yang baru.
"Either You Can
Find The Way, or Make it One!"
FIGHT
Jaya Setiabudi
Direktur Young Entrepreneur Academy
Coach Entrepreneur Camp
Pendiri Entrepreneur Association
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
0819 818 919
|