|
Tujuh Kompetensi Entrepreneur Sukses |
|
|
|
- Berdisiplin dalam merawat dirinya,
Entrepreneur memang perlu berkemampuan dalam mengatur orang lain. Namun
sebelum itu, entrepreneur harus mampu mengatur dirinya terlebih dahulu.
Hal ini dilakukan untuk memastikan dirinya tetap berada dalam vitalitas
dan tingkat produktivitas maksimum. Entrepreneur melakukan perawan diri
dengan berolahraga secara teratur, makan makanan yg menyehatkan, dan
berkumpul dengan orang-orang yg positif. Entrepeneur selalu memberi
diri asupan positif dari training dan seminar pengembangan diri,
buku-buku motivasi, dan juga audio book pengembangan diri.
-
Menata dan merapikan atmosfer kerjanya, Entrepreneur akan bisa menghemat banyak waktu, energi dan uang bila dia
mampu merapikan atmosfer kerjanya dengan baik.... berkas & dokumen
kerja, buku-buku, beragam perlengkapan dsb. Dia akan bisa menemukan apa
yang dibutuhkan dengan cepat kapanpun juga, sehingga tak perlu sampai
harus membeli lagi barang-barang yg sebenarnya telah dimiliki. Penataan
atmosfer kerja secara rapi akan membuat kerja lebih cepat selesai dan
juga dengan tingkat stress yang berkurang.
-
Menggunakan peralatan yg tepat untuk bekerja, Peralatan yang tepat tidak lantas berarti perlengkapan elektronik yang
mahal, apalagi jika niatnya sekedar untuk bergaya. Apa yang penting di
sini adalah peralatan dan juga termasuk perabot yang dimaksudkan untuk
mendukung produktivitas maksimum. Tidaklah bijak bagi entrepreneur
untuk berhemat sedimikian rupa sehingga membiarkan dirinya duduk di
kursi kerja yang kekecilan dan membuat sakit pinggang. Tak bijak juga
membiarkan diri bekerja dengan penerangan begitu redupnya sehingga
membuat mata lekas lelah. Dengarkan isyarat yg disampaikan oleh tubuh.
Ambil tindakan sebelum bermasalah dengan mata, leher, maupun pinggang,
yang semua itu pasti akan mengganggu produktivitas.
-
Menata aktivitas dengan diary dan organizer, Entrepreneur tentunya adalah orang yang sibuk. Maka dia perlu
menggunakan diary berbentuk notes kecil atau PDA, apapun yang sekiranya
cocok dan praktis. Yang penting, dengannya sang entrepreneur bisa
menata aktivitas, janji bisnis, serta mendokumentasikan target
pencapaian yang memang harus dibuat secara tertulis. Para entrepreneur
sukses pastilah mereka yang pandai menata waktunya (meskipun jika
mereka harus membayar orang lain untuk menata seluruh aktivitas mereka).
-
Berkemampuan untuk berkata "Tidak", Agar produktivitas sang Entrepreneur meningkat, dan agar dia bisa
melakukan lebih banyak perihal yang diinginkan, entrepreneur harus
mampu bersikap tegas pada orang lain. Tegas di sini dalam artian
kemampuan untuk berkata dan bersikap "tidak" atas perihal-perihal yang
memang tak sesuai dengan prinsip, arahan pencapaian, atau memang karena
kekurangmampuan diri. Jika sang entrepreneur terus saja berkata "iya"
atas seluruh ajakan teman dan relasi, maka hal-hal yang benar-benar
penting untuk dilakukan jadi tertunda. Adalah tidak mungkin bagi kita
untuk menyenangkan semua orang. Entrepreneur harus melatih sifat
asertif, bukannya martir atau agresif.
-
Melakukan apa yang berimbal balik terbesar dan mendelegasikan sisanya, Entrepreneur harus mampu memilah kerjaan mana yang perlu dia kerjakan
sendiri, serta mana yang harus dilimpahkan pada orang-orang dengan
kompetensi yang sesuai. Cukup banyak entrepreneur pemula yang
menghabiskan waktu terlalu banyak untuk mengerjakan aktivitas
kesekretariatan yang harusnya bisa didelegasikan pada orang yg memang
kompeten untuk itu. Tanpa pendelegasian, produktivitas malah akan
menurun, dan justru tingkat stres yang akan meningkat.
-
Mampu mengefisienkan rapat, Waktu adalah aset yang amat mahal. Entrepreneur harus memastikan bahwa
segala rapat yang dilakukan memang benar-benar perlu untuk dilakukan,
serta memastikannya berjalan secara efisien dan tetap relevan. Tidak
perlu melakukan rapat jika masih bisa dilakukan dengan channel yang
lain. Yang amat penting sesungguhnya adalah memastikan rapat
menghasilkan tindakan konkrit yang dievaluasi.
(Akhmad Guntar.com)
|
|
|
INSPIRASI BISNIS
"Kalo usaha kita SEPI, cari cara supaya ramai, atau buat keramaian. Kalo buntu jalannya, loncat, atau buat jalan lain. USAHA itu MUDAH, jangan dibuat SuSah!" Jaya Setiabudi
Visitors Counter
 | Hari ini | 741 |  | Kemaren | 710 |  | Minggu ini | 2945 |  | Bulan ini | 7794 |  | Total | 7795 |
|