|
Di seminar-seminar motivasi saya di seluruh
penjuru tanah air, sering saya lemparkan gagasan tentang tim impian (dream team). Tentu saja, lengkap dengan cerita dan tebak-tebakannya.
Penasaran? Anda beruntung. Tanpa harus hadir di seminar saya, sekarang semuanya
akan saya sampaikan. Begini ceritanya.
Mengapa hampir semua orang -termasuk presiden Amerika sekalipun- takut
dengan yang namanya hujan? Ah, jangan langsung menyerah begitu. Cobalah pikir
sebentar jawabannya. Yah, karena tiap-tiap butir hujan mematuhi sepenuhnya
hukum tim. Dalam artian, masing-masing
tidak pernah turun sendirian. Ia selalu turun bersama teman-temannya sebagai
satu tim. Maka, jadilah hujan sungguhan, yang dihindari, bahkan disegani' oleh
siapapun (kecuali ojek payung). Hahaha!
Dan tahukah Anda, konon seekor kuda mampu menarik beban seberat dua ton.
Sekali lagi, hanya dua ton. Saya uji Anda dengan pertanyaan, berapa ton yang
mungkin diangkut oleh dua ekor kuda? Empat ton? Enam ton? Atau sepuluh ton? Mohon
maaf, Anda salah! Percaya atau tidak, ternyata dua ekor kuda sanggup menyeret
beban seberat 23 ton! Gila! Menurut saya, di situlah letak keampuhan dream
team. Tolong, jangan dibantah!
Kedua fenomena tersebut hendaknya diteladani oleh setiap tim, termasuk tim
penjualan di setiap perusahaan. Di mana sesama penjual sejatinya menjunjung
tinggi asas kebersamaan serta asas manfaat antara satu sama lain. Ya sinergi,
ya berbagi. Bukankah begitu? Tetapi sepengetahuan saya, kebanyakan tim
penjualan adalah kumpulan individu yang saling sikut, saling menelikung dan
saling menjelek-jelekkan. Pokoknya, ndak
kompak blas!
Coba bayangkan yang sebaliknya! Salesman Andi ngegosip yang positif tentang rekannya di hadapan prospek, "Saya
salut dengan Bobby, Pak! Setiap kali bertemu dengan pelanggan, ia senantiasa
menunjukkan sikap empati." Sementara salesman Bobby ngegosip yang positif pula soal Andi di depan prospek yang lain,
"Wah, saya kagum pada Andi, Bu! Dia memiliki komitmen yang total terhadap
pelanggan."
Lha, apa yang kemudian yang terjadi? Saya jamin catatan penjualan mereka
berdua akan melambung gila-gilaan melampaui kolega-kolega mereka yang saling
menjelek-jelekkan. Kok bisa? Jawabannya, gosip yang positif yang mereka sebarkan.
Tak ayal lagi, itu menjadi promosi silang di antara mereka.
Dalam MLM, inilah yang diistilahkan dengan edifikasi (endorsement).
Yah, bukan rahasia lagi, penjualan dari satu grup sangat bergantung pada
tingkat edifikasi sesama anggota di grup tersebut. Dan seperti yang saya bahas
dalam buku bestseller 10 Jurus Terlarang,
teknik ini juga berlaku terhadap partner bisnis Anda.
Memang, pelanggan sangat tertarik untuk mendengar kata-kata negatif dan
cerita-cerita miring (Anda juga kan?). Itu sih lumrah. Tetapi percayalah,
pelanggan sama sekali tidak tertarik untuk membeli dari salesman yang
melontarkan kata-kata negatif dan cerita-cerita miring tentang rekannya sendiri
(Anda juga kan?). Sekali lagi, jangan lupa, edifikasi!
Ippho Santosa
adalah mantan marketer di dalam dan luar negeri, produser Andalus, penulis
bestseller 10 Jurus Terlarang. Buku-bukunya (salah satunya ditulis bersama
Tantowi Yahya) direkomendasikan oleh pakar-pakar bisnis dari Amerika,
Singapura, dan Malaysia.
|