|
Bicara soal
kecantikan internasional, ingatan kita pasti akan melayang ke pagelaran Miss Universe.
Sebuah kontes kecantikan, yang konon pesertanya adalah yang paling cantik dan
cerdas di negerinya - dengan konsepnya, brain,
beauty, behavior. Di Indonesia sendiri, ajang ini identik dengan sebuah
produk kecantikan Mustika Ratu.
Produk kecantikan
tersebut, konon adalah warisan leluhur keraton - asli - yang diturunkan dari
nenek moyang kepada para penerusnya. Dan, berkat kepiawaian sosok di balik
merek tersebut, produk kecantikan alami ini berhasil mendunia. Bahkan, produk
tradisional yang awalnya dipandang sebelah mata, kini justru mendapat tempat
utama, sebagai produk alami yang bebas bahan berbahaya.
Adalah Mooryati
Soedibyo, tokoh wanita pengusaha yang berada di balik sukses produk Mustika
Ratu. Ia berhasil mengangkat kembali warisan tradisional dari lingkungan
kerajaan Jawa yang hampir dilupakan orang. Dengan keuletannya, Mooryati
berhasil membuat jejamuan dan aneka ramuan khas yang diajarkan neneknya - yang
seorang ningrat keraton Solo - menjadi produk kecantikan berkelas.
Tak heran, jika
kemudian sejumlah penghargaan berkelas internasional ia terima. Puncaknya, pada
tahun 2003 silam, Mooryati mendapat kehormatan terpilih sebagai satu-satunya
perempuan yang menjadi finalis "Best of the Best Entrepreneur of the Year 2003
Ernst &Young International", sebuah kompetisi para pengusaha dunia yang
diadakan di Monte Carlo, Monaco. Tentu tak hanya itu. Sebelumnya, sederet
penghargaan lain, baik lokal maupun internasional, juga banyak disandangnya.
Itu semua adalah
buah kerja keras dari perempuan kelahiran Surakarta 5 Januari 1928 - yang masih nampak segar di usianya yang hampir
menginjak angka 80 tahun - ini. Dengan sepak terjangnya yang tak kenal lelah
dalam mengenalkan aneka produk ramuan tradisionalnya, ia seolah sudah bisa
dianggap sebagai "pahlawan" pengembang produk asli Indonesia.
Mooryati
mengawali usahanya itu sebenarnya bisa dikatakan hanya karena hobi belaka. Sebab,
setelah tahun 1956 menikah dan mengikuti suami bertugas ke Sumatera Utara, ia
merasa harus mencari kesibukan di tanah rantau. Maka, ia pun kemudian membuat
lulur dan jamu yang dibagikan secara gratis kepada para istri sejawat suaminya.
Beberapa jamu buatannya kala itu jamu Komajaya, Komaratih, Lulur, Mangir, Parem
Lengkap, dibuat untuk membantu ibu-ibu yang berniat menikahkan anak.
Lama-kelamaan,
produknya banyak dipesan. Mooryati pun kewalahan. Hingga akhirnya ia memutuskan
menjual produk itu, untuk menutupi biaya bahan pembuatan ramuan. Maka, mulai
tahun 1973, ia konsentrasi penuh membuat jamu dibantu dua orang teman, dengan
modal usaha awal Rp 25.000. Ia memulainya dari industri rumahan, yakni dari
garasi rumah. Tak lama, tahun 1975 Mooryati Soedibyo resmi mendirikan PT
Mustika Ratu untuk memayungi usaha pembuatan jamunya.
Mustika Ratu awalnya memproduksi lima
macam jamu saja. Yaitu Perawatan Wanita, Perawatan Remaja Puteri, Sedet Saliro
(pelangsing tubuh), Sepetan Sari (keputihan), Kesepuhan (Menopause), ditambah beberapa
macam kosmetik tradisional leluhur, seperti Mangir, Bedak Dingin, dan Air
Mawar. Pada tahun 1978 produk-produk Mustika Ratu mulai didistribusikan ke
toko-toko, melalui salon-salon kecantikan yang meminta menjadi agen. Dan,
memasuki awal tahun 1980-an Mustika Ratu mulai ekspansi mengembangkan
jenis-jenis kosmetik tradisional. Masyarakat mulai akrab mengenal dan
menggunakan produk-produk kecantikan tradisional keluaran Mustika Ratu, yang
gencar dipopulerkan melalui artikel dan konsultasi kecantikan di majalah, serta
melalui kegiatan periklanan di media cetak dan elektronik. Selanjutnya, adalah
kisah sejarah manis buah perjuangannya. Bahkan, produknya kini sudah merambah
sampai ke Malaysia, Singapura, Philipina, Taiwan, Jepang, Timur Tengah, Rusia,
Belanda, Mesir, Cina, Australia,
Inggris, dan Eropa Timur.
Kini, selain jadi pengusaha, Mooryati juga aktif dalam
kegiatan berorganisasi. Terakhir, ia menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah
Jakarta. Dan, melalui Yayasan Puteri Indonesia,
ia pun terus mengenalkan kecantikan asli Indonesia,
sembari menunjukkan kepedulian sosial melalui program-program kunjungan ke
berbagai daerah di Indonesia.
Sebuah upaya melestarikan
budaya bangsa, jika disertai dengan kesungguhan, akan membawa kebaikan.
Demikian yang ditunjukkan dari profil Mooryati Soedibyo. Ia mampu membuktikan,
bahwa produk Indonesia, tak kalah dengan produk kecantikan dari negara lain.
Bahkan, ia pun mampu ikut mengharumkan nama Indonesia di berbagai forum
internasional. Dari hal ini, kita dapat mempelajari, bahwa kecintaan dan
kebanggaan pada produk negeri, bisa membawa kita pada era kebangkitan bangsa,
demi kebaikan bersama.
|