"Sebaik-baiknya bisnis adalah yang dibuka,
bukan ditanyakan terus"

Home arrow Komunitas Bisnis arrow Yuk Konsultasi arrow Langkah-Langkah Yang Dijalankan Untuk Jadi Distributor

Langkah-Langkah Yang Dijalankan Untuk Jadi Distributor PDF Cetak E-mail
(3 votes)
Penilaian Pengguna: / 3
BurukTerbaik 

Tanya :

Pak, saya ingin menanyakan mengenai langkah2 yang harus dijalankan untuk jadi distributor supplemen khusus pria untuk wilayah kepri????
Untuk Bpk ketahui, bahwa saat ini saya juga msh bekerja di sebuah perusahaan, sebagai manager operasional....
Tapi saya selalu punya cita2 ingin memiliki usaha sendiri.
Bagaimana langkah yang harus saya jalankan, biar usaha distribusi ini bisa sukses, dan setelah sukses, saya ingin melepaskan pekerjaan saya??
Mohon petunjuk Bapak. Ditunggu.

Salam

Elly

Jawab :

Bu Elly,
Hal terpenting sebagai distributor adalah "titik distribusi". Untuk menentukan titik distribusi, terlebih dahulu Ibu harus mengetahui APA sebenarnya produk yang akan ditawarkan. Atau apa manfaat dari produk itu? Misalnya produk Ibu adalah penambah stamina pria. Kemudian kita harus menentukan SIAPA target pasar yang akan dibidik, baik secara usia, gender atau klas ekonomi. Selanjutnya, DIMANA biasanya mereka "berkeliaran"? Apakah di kafe, diskotik, rumah sakit, atau di mall? Jika kita mengetahui DIMANA mereka sering hang out, maka mudah bagi kita untuk meng-edukasi dan mendistribusikan secara efektif. Juga KAPAN mereka biasa bersosialisasi? Dan terakhir, BAGAIMANA Ibu meng-komunikasikan produk Ibu ke target pasar Ibu! Apakah melalui seminar? Music show? Konser? Atau di mall dengan SPG? Apakah diperlukan brosur, iklan di koran, radio atau TV? Nah, itu semua adalah PR yang harus dijawab.


Jika "demand"nya sudah ter-edukasi, cost distribusi bisa diminimumkan. Apa yang terjadi jika edukasi pasar tidak dilakukan dengan sempurna? Sama saja memajang barang yang tidak ada pembelinya. Ingat, barang yang diam ditempat, itu juga biaya lho! Khan bisa kadaluarsa juga! Disamping itu, Ibu sebagai distributor tidak memiliki "posisi tawar" yang lebih pada para agen. Kebanyakan agen (titik distribusi), tidak mau membayar dimuka, maunya konsinyasi untuk barang-barang yang tidak "marketable". Selayaknya, Ibu juga harus "selektif" memilih prinsipal.

Jika merek yang mereka tawarkan belum terkenal, mereka (prinsipal) juga harus memberikan support berupa promosi. Jika tidak ada support dari mereka, lebih baik pilih prinsipal lain. Alternatif lain, minta mereka mengganti merek dengan merek pribadi Ibu, baru kemudian mempromosikan. Semoga paham dengan penjelasan saya!

FIGHT

Jaya Setiabudi
0819 818 919
www.yukbisnis.com

 
 

INSPIRASI BISNIS

"RIZKI=RISK (resiko). Semakin besar resiko yg kita tempuh, semakin besar Rizki yg akan kita dapatkan" Jaya Setiabudi


 

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini87
mod_vvisit_counterKemaren518
mod_vvisit_counterMinggu ini2334
mod_vvisit_counterBulan ini14046
mod_vvisit_counterTotal53220

YEA Indonesia


 

Komentar Terbaru

CHAIRUL TANJUNG SUKS...
The Inspirator Entrepreneur Indonesia. Pemberanian...
ABDULLAH GYMNASTIAR ...
Subhanallah..... Sungguh tersentuh membaca perjala...
Menjemput Rezeki
Setuju Om J
PHOBIA
”Aneh ya, bulu aja kok ditakutin”. TAPI YANG ...
Sudah tepatkah keber...
Wah....sungguh pemikiran yang cemerlang. Membuat o...

Statistik USER

Total Member : 408
Member Terbaru : mulia87
Member Online : 0
Hari ini : 0 Terdaftar
Minggu ini : 12 Terdaftar
Bulan ini : 59 Terdaftar

Pengunjung Online

Saat ini ada 4 tamu online

Anggota Online

Tidak ada Anggota Online