|
Salam kenal MasJ
Kenalkan nama saya Ronaldy, dulu saya juga sudah sering coba usaha, sejak kecil mulai diajarkan orang tua menjaga sekolah, jual es sambil sekolah dan di kelas 2 SMP saya juga pernah usaha pembibitan casia vera atau kulit manis dan hasilnya lumayan, dapat membantu biaya bimbel saya di padang.
Kemudian saya berhenti karena saya melanjutkan kuliah di salah satu universitas di Padang
Setelah tamat saya mencoba bekerja sambil kuliah di konsultan dengan penghasilan terbatas dan juga projek-pun terbatas hanya ada per triwulan itu jika perusahaan kita menang tenar.
Trus setahun belakang ini saya coba buka usaha jual beras dan telur disawah lunto pertama saya pasarkan door to door dan hasilnya lumayan. Pelanggan bertambah dan suatu saat hasilnya down, disebabkan harga beras yang fluktiatif.
Sekarang saya berada dikota besar dan bekerja pada salah suatu perusahan swasta. Nah saya punya niat lagi ini karena saya sudah merasakan enaknya menjadi entrepreneur, namun masih banyak keterbatasan. Pertanyaannya sederhana, langkah apa yang harus saya ambil terlebih dahulu dan apa yang harus saya perhatikan? Untuk kiat bisnisnya, terika kasih banyak
Salam sukses untuk Masj
Ronaldy
Jawab :
Trimakasih atas emailnya Pak Ronaldy,
Membaca dan membayangkan apa yang pernah bapak rintis, saya kagum karena bapak masih punya spirit untuk menjadi pengusaha. Mungkin juga didukung dari pengalaman sejak kecil yang menimbulkan jiwa wirausaha bapak. Mengenai memulai usaha kembali, prinsipnya sama dengan saat bapak memulai usaha dulu. Hanya saja, ketahanan dan konsistensi menjalankan usaha itu yang harus ditingkatkan. Contoh pada saat bapak berjualan beras dan telor, coba analisa dalam hati, saat harga fluktuatif, emang tidak ada pedagang yang bertahan atau bahkan tetap untung?
Masalah untung rugi itu sudah biasa dalam usaha. Asalkan saat kita untung, uangnya jangan diambil semua aja. Supaya saat kita rugi, kita punya amunisi cadangan. Ini adalah point pertama yang harus diperhatikan, Jaga Cashflow Perusahaan Anda. Seperti saudara-saudara kita orang tionghoa, mereka memegang prinsip-prinsip keuangan sangat ketat. Jika kebutuhan mereka 1juta, sedangkan keuntungan mereka 10 juta, mereka tetap mengambil 1 juta dan menggunakan keuntungannya sebagai penambahan modal kerja. Bagaimana jika mereka mendapat untung 100 juta? Tanya saja mereka, kebanyakan dari mereka tetap mengambil sesuai kebutuhan mereka, yaitu tetap 1juta dan menabung yang 99 juta. Salah satu mentor saya mengatakan,Orang Sukses adalah orang yang mampu menahan kesenangan!
Kedua, pisahkan keuangan perusahaan dengan keuangan pribadi dan sebisa mungkin membuat laporan keuangan, meskipun sederhana. Jika disiplin finansial telah diterapkan, baru kita bicara tentang strategy memenangkan pasarnya. Apa yang menjadi differensiasi dari produk atau servis bapak? Saya memiliki pengalaman tentang pembelian beras. Istri saya tidak mau membeli beras merek selain cap Anak Terbang. Itu berarti, beraspun sekarang bukanlah produk generik. Merek yang ditempel di beras itu, mempengaruhi emosional pembeli. Nah, kenapa tidak Pak Ronaldy menjadi distributor merek beras tertentu! Kemudian promosikan beras itu dengan segala kelebihannya. Gula-pun sekarang juga diberi merek. Kalo perlu telor bapak (maksudnya yang bapak jual), bisa aja diberi merek, Ronal Telor dengan jaminan kualitas telor bapak lebih fresh dan dijamin tidak ada yang busuk. Hal ini bisa menjadi solusi bagi pembeli yang tidak yakin dengan kondisi telor tanpa merek dipasaran saat ini. Betulkah?
Tinggal dipraktekkan aja!
FIGHT! |