"Sebaik-baiknya bisnis adalah yang dibuka,
bukan ditanyakan terus"

Home arrow Kolom arrow Rusman Hakim arrow Sikap Mental Wiraswasta
Sikap Mental Wiraswasta PDF Cetak E-mail
(4 votes)
Penilaian Pengguna: / 4
BurukTerbaik 
Dewasa ini, dunia kewiraswastaan tampaknya sudah mulai diminati oleh masyarakat luas. Namun, karena kurangnya informasi, banyak orang merasa masih belum jelas tentang aspek-aspek saja yang melingkupi dunia wiraswasta. Sebagian orang beranggapan bahwa kewiraswastaan adalah dunianya kaum pengusaha besar dan mapan, lingkungannya para direktur dan pemilik PT, CV serta berbagai bentuk perusahaan lainnya.

Oleh karena itu, ilmu kewirawastaan sering dianggap sebagai ilmu tentang  bagaimana menjadi kaya.  Sedang kekayaan itu sendiri seakan-akan merupakan simbol keberhasilan dari kewiraswastaan.

"Wiraswastawan sejati selalu berani memikul banyak tanggung jawab, sebab tak ada kehidupan berharga yang tidak mengandung kesulitan dan tantangan."

Mutiara Jiwa Wiraswasta

Bukan hanya sebagian masyarakat awam yang berpikir demikian, karena ternyata beberapa lembaga pembinaan kewiraswastaan juga mempunyai persepsi yang mirip dengan itu.  Pada beberapa pertemuan didalam kurikulumnya, lembaga-lembaga tersebut menampilkan figur tokoh-tokoh sukses yang katanya berhasil menjadi kaya, dengan jalan berwiraswasta.  Figur sukses itu antara lain terdiri dari tokoh-tokoh pengusaha besar yang masyarakat mengenalnya sebagai orang-orang terkemuka yang dekat dengan para pejabat pemerintahan.

Terlepas dari siapa tokoh-tokoh sukses dan kaya yang ditampilkan itu, serta bagaimana cara mendapatkan kekayaannya, marilah kita kembali ke inti persoalan : “Benarkah ilmu kewiraswastaan merupakan ilmu tentang bagaimana caranya untuk menjadi kaya ?”

Kalau bicara sekadar menjadi kaya, tentu semua orang maklum bahwa tidak semua orang kaya adalah pengusaha, sebaliknya tidak semua pengusaha adalah orang kaya.  Rata-rata pejabat di Indonesia sudah termasuk orang kaya atau orang berada, apalagi kalau pejabat itu korup.  Karyawan-karyawan swasta, terutama para manager dan direktur juga banyak yang kaya.  Bahkan, ada pengemis jalanan berpenghasilan Rp. 100.000,- bersih per hari, dan  jelas bahwa ia berpotensi untuk menjadi kaya.  Dapatkah mereka semua, termasuk para koruptor dan pengemis, menjadi figur panutan dalam ilmu kewiraswastaan ?  Rasanya tidak!

Belajar ilmu kewiraswastaan bukanlah bertujuan untuk menjadi kaya.  Ia lebih mirip dengan belajar bagaimana mengemudikan kendaraan.  Seorang instruktur pada sebuah sekolah mengemudi mobil pernah berkata pada para siswanya, yang dalam praktek selalu berusaha untuk menjalankan kendaraan dengan kecepatan tinggi : “Ketrampilan mengemudi bukan dilihat dari seberapa cepat kendaraan dipacu.  Karena memacu kecepatan adalah hal yang mudah.  Itu hanya soal seberapa dalam kita menginjak pedal gas.  Ilmu mengemudi lebih merupakan keterampilan bagaimana menjalankan mobil dari keadaan tidak bergerak, menjadi bergerak dan berjalan dengan stabil, serta bermanuver dengan baik sesuai keadaan, berbelok, maju, mundur, parkir, menanjak, menurun dan lain sebagainya, tanpa membahayakan diri sendiri ataupun orang lain.  Kecepatan adalah soal lain..”

Apa yang dikatakan sang instruktur memang benar.  Demikian pun keadaannya dengan ilmu kewiraswastaan.  Keberhasilan berwiraswasta tidaklah identik dengan seberapa berhasil seseorang mengumpulkan uang atau harta serta menjadi kaya, karena kekayaan bisa diperoleh dengan berbagai cara, termasuk mencuri, merampok, korupsi, melacur dan lain-lain perbuatan negatif.  Sebaliknya kewiraswastaan lebih melihat bagaimana seseorang bisa membentuk, mendirikan serta menjalankan usaha dari sesuatu yang tadinya tidak berbentuk, tidak berjalan bahkan mungkin tidak ada sama sekali.  Seberapa kecilpun ukuran suatu usaha, jika dimulai dari nol dan bisa berjalan dengan baik, maka nilai kewiraswastaannya jelas lebih berharga, daripada sebuah perusahaan besar yang dimulai dengan bergelimang fasilitas.

 
 



INSPIRASI BISNIS

"Orang Pintar tdk percayaan dg org lain, semuanya mau dikerjain sendiri. Orang Bodoh akan cari org yg lebih pintar darinya untuk menjalankan usahanya" Jaya Setiabudi


 

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini178
mod_vvisit_counterKemaren842
mod_vvisit_counterMinggu ini1817
mod_vvisit_counterBulan ini4904
mod_vvisit_counterTotal38390

YEA Indonesia


 

Agenda Acara

« < January 2009 > »
S M T W T F S
28 29 30 31 1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31
« < February 2009 > »
S M T W T F S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28

Komentar Terbaru

Bersaing dengan stud...
Tuh khan semua bermula dari yang kecil baru jadi B...
DEMI ORANG TUAKU, AK...
thanks bgt mas Apapun yang terjadi tetap eksis di ...
Menjadi Manusia Yang...
It's true, but really difficult to make it real. P...
Standard Operating P...
Thanks yah... kepake banget nih... btw... ada 9 un...
Ide Bisnis: Dari Man...
ide eksekusi = inlah salah satu hal yg membuat p...

Statistik USER

Total Member : 810
Member Terbaru : joe15
Member Online : 0
Hari ini : 2 Terdaftar
Minggu ini : 13 Terdaftar
Bulan ini : 36 Terdaftar

Pengunjung Online

Saat ini ada 2 tamu online

Anggota Online

Tidak ada Anggota Online