Meskipun Anda terus berdoa dan berharap, bisnis Anda tidak bisa terus
berjalan mulus. Anda tetap harus berusaha, dan untuk itu kami punya
beberapa tips bagi Anda.
Oleh Laura Tiffany, February 01, 2006
Sudah kami temukan nih, solusi pemasaran yang sempurna
untuk Anda. Pertama-tama, tutup mata Anda. Sekarang, peluk monitor komputer
Anda. Dengan menggunakan teknologi paling-rahasia yang dikembangkan di
laboratorium Entrepreneur.com, dengan seketika akan kami kirimkan daftar
pelanggan yang tak-habis²nya ke otak Anda dan bisnis wirausaha Anda.
Wah, agaknya, tak bisa nih. Tetapi ini bukan karena kami tak punya teknologi-nya,
lho (hanya tinggal satu logaritma lagi, sumpah deh), sungguh kami ingin
membantu Anda menolong diri Anda sendiri. Untuk itu, kami berikan Anda
sesuatu yang lebih baik : 21 ketrampilan memasarkan, yang akan membantu
Anda menemukan pelanggan² yang akan mengisi koper² bisnis Anda.
Cetaklah kiat ini, kirimkan dan padukan ia ke dalam rencana pemasaran
Anda dan bersiaplah untuk kebanjiran penjualan.
Kiat² Dasar
1. Ciptakan Sarana Pemasaran yang Berkualitas
Ini tidak berarti Anda harus mengalokasikan 75 persen anggaran Anda untuk
biaya² cetak, slide presentasi dan situs Web. Namun, memang ini berarti
Anda harus berpikir dalam² tentang (memvisualisasikan) target yang
Anda ingin capai. "Silahkan duduk, dan buatlah daftar segala yang
Anda perlukan setiap kali Anda menghubungi klien atau calon pelanggan,
termasuk paket stasioneri, alat² presentasi dan brosur²,"
nasehat pakar pemasaran Kim T. Gordon, Ketua National Marketing Federation
Inc. dan kolumnis Entrepreneur.com. "Selanjutnya, jika Anda tidak
bisa [mengusahakan] untuk mencetaknya segera, paling tidak pekerjakanlah
seorang disainer dan seorang penulis untuk menciptakan bahan² tsb
sehingga Anda memilikinya di dalam disk." Namun, jika hal inipun
membuat tulang-belakang rekening bank Anda gemetaran, temukanlah cara²
kreatif untuk mengatasinya: Sewalah seorang mahasiswa seni atau pemasaran
dari universitas lokal, atau barterlah jasa Anda dengan wirausahawan yang
lain.
2. Sambutlah Klien dengan Gaya
Voice mail boleh jadi tak cocok untuk rencana pemasaran Anda, namun seandainya
nih, seorang klien potensial menelepon dan anak Anda yang menjawab, klien
tsb tentu akan raib sebelum Anda menjadikannya klien Anda. Maka usahakanlah
punya Voice mail yang profesional (Telkom menawarkan beberapa pilihan,
lho) dengan beberapa perangkat, demikian nasehat Gordon, sehingga penelpon
bisa menekan "1" untuk mendengar lebih banyak tentang jasa Anda,
"2" untuk alamat web dan e-mail Anda, dll.
3. Fokuslah Setajam Mungkin
Daripada menghabiskan waktu dalam usaha menjangkau semua orang, lebih
baik batasilah target audiens Anda hanya pada prospek² yang sangat
berkualitas. Daripada mengunjungi tujuh grup jaringan setiap dua bulan,
kunjungilah hanya dua grup dengan prospek² terbaik setiap minggu.
"Daripada memasarkan ke 5000 perusahaan, pilih sajalah beberapa lusin
perusahaan yang benar² memenuhi syarat dan jalinlah hubungan rutin
dengan mereka," ujar Gordon. Hubungilah mereka, kirimi bahan²
pemasaran Anda, dan kemudian ajaklah untuk bertemu. Ini akan menghemat
waktu dan uang Anda.
4. Manfaatkan Pameran Niaga Sebaik-baiknya
Nah, ini paduan tips, buah pikiran Rick Crandall, seorang pembicara, konsultan,
dan pengarang buku² pemasaran:
Jika Anda belum juga dapat toko, usahakanlah mendapat seseorang yang bisa
berbagi tokonya dengan Anda. Anda bantu mereka menjalankan toko, dan mereka
dapat orang lokal yang bisa memandu mereka melihat-lihat kota. Jika Anda
memutuskan tidak perlu toko, oke maju terus. Anda selalu bisa koq berbisnis
dengan peserta² pameran (exhibitors) tapi pastikanlah untuk
menghargai waktu mereka dengan para pelanggannya sebelum Anda mendekati
mereka sebagai mitra yang ingin berbagi bisnis (B2B). Setelah mengikuti
seminar, yakinkanlah sungguh² bahwa Anda menjalankan kiat² seminar
tsb. Apa gunanya ikut seminar jika Anda berakhir di bak sampah? Pusat
Riset Industri Pameran menyatakan di tahun 2000, 88% peserta pameran tidak
dihubungi oleh orang² penjualan. Coba perbaiki statistik tsb.
5. Lakukan Intelijen Kompetitif Secara Online
Ketika Joyce L. Bosc memulai Boscobel Marketing Communications Inc. pada
tahun 1978 di rumah-nya di Silver Spring, Maryland, dia tidak tahu apa²
tentang kompetisi yang sedang berlangsung. Sekarang ini, dia berkata,
wirausahawan sudah jauh lebih mudah. "Sebagai bisnis rumahan [di
tahun 1978], bagaimana Anda bisa tahu apa yang sedang dilakukan pesaing
Anda, apa yang sedang mereka bebankan, atau klien seperti apa yang mereka
punya?" ujar Bosc, yang sekarang perusahaannya punya 18 karyawan
dan tidak lagi berbasis rumah. "Hari ini, informasi itu sepenuhnya
ada di ujungjari Anda." Jadi, temukanlah situs pesaing Anda dan carilah
informasi.
Bersikaplah Bersahabat
6. Tawarkan Bantuan Anda
Ingin dikenal sebagai seorang pebisnis yang baik -- dan sebagai seorang
budiman? Bantulah orang². Ellen Cagnassola mendirikan bisnis sabun
buatan-tangan, MaryEllen's Sweet Soaps di Fanwood, New Jersey. Salah satu
perolehan bisnisnya yang terbesar adalah berita mulut-ke-mulut yang dihasilkan
bukan hanya karena kerjanya yang baik, tetapi juga karena kebajikannya.
"Aku [siap menjadi] orang pertama yang membantu orang lain, dan aku
menawarkan gagasan dengan gratis," ujar Cagnassola. "Aku pikir,
hal ini dan antusias-ku terhadap bisnisku lah yang membuat orang²
ingin menjadi bagian dari kesuksesan-ku." Di manakah ia menawarkan
bantuan? Pusat Bisnis Wanita New Jersey dan Komite Revitalisasi di kota
asalnya adalah beberapa tempat dimana ia berbagi kemampuan.
Cara lain untuk membantu masyarakat Anda dan bisnis Anda adalah dengan
menyelaraskan diri Anda dengan organisasi nirlaba. Patrick Bishop, penulis
Money-Tree Marketing, menawarkan ide ini: "Bentuklah program pengumpulan
dana yang bermanfaat bagi sekolah, misalnya kartu diskon. Nah, di saat
anak² sedang menjual kartu, mereka juga sedang mempromosikan bisnis
Anda, lho."
7. Tawarkan Sampel Karya Anda
Crandall menyarankan bahwa jika misalnya Anda seorang disainer web, Anda
berselancar di internet, menemukan klien potensial, maka Anda bisa mengirimi
mereka beberapa tips cara memperbaiki situs mereka. Atau Anda bisa lakukan
kiat Anne Collins: "Awalnya, aku maunya tembak langsung aja mengajak
bisnis," papar Collins, yang memiliki firma disain grafis berbasis-rumah
di Laurel, Maryland, Collins Creative Services Inc., sekarang berbangga
bahwa Angkatan Perang A.S. adalah salah satu klien-nya. "Terkadang
aku tawarkan pekerjaan ringan secara gratis untuk menunjukkan klien potensial
bagaimana kualitas pekerjaanku dan agar mereka terbiasa bekerja denganku."
8. Jaringan
Jika kiat pemasaran yang ini sudah Anda dengar sebelumnya, ya memang ada
alasan kuat: Kiat ini memang manjur. Bergabunglah ke dalam KADIN lokal
Anda, kelompok² pengarah seperti LeTip International Inc., Leads
Club, asosiasi industri Anda, atau Rotary Club. Ketika Anda bepergian,
tanyalah orang² yang Anda temui: arahan apa yang mereka inginkan
dan simaklah sungguh² apa yang mereka katakan. Mereka akan
mengganjar Anda setimpal.
9. Padukan Promosi dengan Bisnis² yang Lain
Dengan siapa Anda berbagi pelanggan? Temukan jawabannya dan cari cara
bagaimana Anda dapat berpromosi satu sama lain. Jika Anda seorang humas,
dekatilah penulis-cetak atau perancang grafis untuk rujukan² (referensi)
klien. Atau, Anda bisa simak kelompok yang Crandall tahu ini: The Wedding
Mafia, kelompok para profesional pernikahan (jurumasak, DJ, pembuat pakaian,
jurupotret, dll.) yang bekerja sama melalui rujukan². Pilihan lain
adalah menambahkan catatan ringkas di bagian bawah faktur Anda yang mereferensikan
"seorang konsultan komputer yang hebat" kepada klien² akuntansi
Anda, dan sang konsultan berbuat yang sama juga bagi Anda.
10. Mengobrol (Chatting) Online
Temukan newsgroups yang mengakomodasi audiens Anda dan bergabunglah. "Aku
sih tidak memulai [ambil bagian di kelompok diskusi online] untuk berbisnis,
tetapi sebagai cara menemukan informasi berbagai subjek," ujar Shel
Horowitz, pemilik Accurate Writing & More yang berbasis di Northampton,
Massachusetts, dan pengarang beberapa buku pemasaran, termasuk Grassroots
Marketing. "Tetapi, ternyata hal itu menjadi alat pemasaran tunggal
terbaik yang aku gunakan. Aku hanya perlu meluangkan waktu ku saja. [Satu]
daftar saja telah membuatku mendapat sekitar 60 klien dalam lima tahun
ini."
11. Tawarkan Laporan Berkala e-Newsletter
Ini, di samping, memantapkan Anda sebagai seorang ahli, juga menyediakan
alat pemasaran lain yang amat penting: alamat e-mail dari klien²
potensial. Anda telah membuka gerbang untuk membina hubungan dengan orang²
ini dengan cara menawarkan informasi gratis. Kini mereka bisa mendekati
Anda untuk berbisnis, atau Anda bisa menggunakan alamat² email ini
untuk menawarkan jasa/bisnis Anda.
12. Jangan Tunggu Pelanggan yang Menemukan Anda
Online
Daripada membeli daftar e-mail (milis) untuk beriklan secara massal tanpa
personalisasi, lebih baik luangkanlah waktu untuk menelusuri Web, mencari
bisnis² yang berhubungan dengan bisnis Anda, selanjutnya surati mereka
secara pribadi, jelaskan mengapa Anda mengganggap mereka perlu membina
hubungan bisnis dengan Anda. "Surat² begini punya kecenderungan
yang tinggi lho untuk dijawab, sebab surat² tersebut bersifat pribadi,"
ujar Crandall. "Dan apabila ada sesuatu yang kita dapat berbisnis
untuk itu, maka pintunya sudah kubuka tuh. Begitu pintu tersebut
terbuka, aku pun bisa berbisnis ribuan dolar dengan orang² yang bahkan
sama sekali tak kukenal [sebelum aku menyurati mereka]."
Menyebar Kata (Promosi)
13. Pergilah ke Tempat Prospek Terbaik Anda Berada
Ini disebut pemasaran ruang-permainan. Jika Anda punya bisnis hewan piaraan,
mintalah ijin pengurus dan kantor dokter-hewan setempat agar Anda dapat
memajang brosur. Apakah Anda seniman lanskap? Tawarkanlah untuk menghias
tempat penitipan anak² setempat. Apakah Anda mengelola pesta HUT
anak²? Bayarlah gedung bioskop setempat agar menayangkan promosi
Anda sebelum pemutaran film² keluarga. "Pastikanlah agar lingkungannya
sesuai," Gordon mengingatkan. "Jika Anda konsultan bisnis, Anda
tidaklah akan beriklan di layar bioskop. Beriklanlah di tempat di mana
orang² paling mungkin memikirkan tentang apa yang Anda jual."
14. Jadilah Seorang Pakar / Ahli
Cagnassola mengembangkan ketrampilan bisnisnya menjadi alat pemasaran
dengan menulis artikel² online. "Tulislah artikel² untuk
menunjukkan bakat² Anda dan berikanlah sebagai pengisi ke pemilik
situs Web yang Anda rasa sesuai," ujar Cagnassola. "Hal itu,
selain akan memberikan lebih banyak lalu-lintas situs dan pelanggan potensial,
juga akan memberikan Anda portofolio bisnis dunia yang mendemonstrasikan
indra bisnis dan layanan/produk Anda."
Cara² lain untuk memantapkan Anda sebagai pakar: Jawablah pertanyaan²
di forum online; usahakan Anda didaftar ke dalam direktori seperti Experts.com,
Profnet.comor The Yearbook of Experts; kirimkanlah kiat² ke saluran
media lokal; tulislah buku atau pamflet; atau lakukanlah kiat berikutnya
di daftar kami.
15. Jadilah Tuan-Rumah Seminar
Murah. Mudah. Dan cara yang ampuh untuk mengatasi ketakutan Anda berbicara
di depan umum. Crandall menceritakan seorang pialang bisnis yang melakukan
seminar gratis mingguan. Para penjual bisnis tidak hadir, karena memang
mereka bukan orang baru dalam hal proses pialang bisnis, tetapi mereka
menyimak iklan-nya dan menelpon untuk meminta layanan-nya. Para pembeli
bisnis hadir, dan sang pialang sekarang mempunyai calon² prospek.
"Anda mendapat publisitas gratis, Anda mendapat prospek yang menghubungi
Anda, dan Anda membangun tingkat keahlian Anda," papar Crandall,
yang menjadi tuan-rumah seminar² pemasaran-nya sendiri.
16. Usahakanlah agar Diliput Berita Lokal
Tarik perhatian media lokal sebanyak mungkin dengan rilis² berita
personal. Coba deh ini, mana yang lebih menarik bagi media lokal Anda:
wirausahawan katering rumahan yang sukses dengan kontrak nasional, atau
wirausahawan katering dari Hometown Ohio dengan kontrak nasional? Yah,
bahkan jika Anda pernah tinggal di suatu tempat, suratilah media lokal
di sana. Crandall baru² ini mempromosikan buku tentang masa kanak²
ibunya dengan menyurati dua koran, satu di tempat ibunya tinggal sekarang
dan satu lagi di tempat tinggal sebelumnya, dan kedua-dua koran memuat
cerita tersebut.
17. Bersiap-siaplah untuk Close-up Anda
Apakah TV tidak termasuk ke dalam anggaran pemilik bisnis berbasis-rumah?
Jangan dong. Usahakanlah Anda bisa tampil di TV. "Anda memang tidak
bisa secara kasar mengiklankan layanan atau produk Anda, tetapi iklan
adalah cara yang baik untuk lebih dikenal," ujar Bishop. "Contoh,
jika Anda menjual kerajinan, Anda mungkin memulai suatu tayangan kerajinan
instruksional. Anda bisa mengadakan kontes atau membagikan sesuatu secara
gratis. Ketika orang² menelpon atau menyurati, Anda bisa memulai
sebuah milis dan kemudian menghubungi mereka tentang bisnis Anda."
Manfaat lainnya: Ini menambah keahlian Anda dan memberikan Anda publisitas
yang baik.
Layanan pelanggan
18. Gracias, Merci, Terimakasih
Curahilah 20 persen teratas dari klien Anda yang pembeliannya terbanyak
(baik dalam hal jumlah barang maupun uang) dengan ungkapan² terimakasih,
apakah berupa hadiah, makan siang ataupun nota² personal. "Itu
tidak boros uang " kata Gordon, "tapi cara yang bagus untuk
memberitahu pelanggan terbaik Anda bahwa mereka spesial."
19. Tawarkanlah Garansi
Lebih banyak orang² yang akan mencoba bisnis Anda dan merekomendasikan
bisnis Anda, jika Anda menawarkan "kepuasan dijamin." Akhir
cerita.
20. Usahakan Orang² Membicarakan Anda
Pemasaran dari-mulut-ke-mulut adalah hal termurah yang dapat Anda lakukan
untuk melajukan bisnis Anda. Cara utama untuk menarik orang² adalah
lakukan saja pekerjaan yang bagus: Buat klien² Anda terkesan, dan
mereka akan bercerita kepada semua orang tentang kesan mereka tersebut.
Namun, ada nih taktik yang lebih agresif yang Anda dapat gunakan juga.
Mintalah semua orang yang Anda kenal agar mempromosikan bisnis Anda. Bagikan
kartu² bisnis lebih dari satu kepada orang² sehingga mereka
bisa membagikannya lagi. Bahkan, coba telusuri Rolodex (daftar relasi)
milik klien favorit Anda (dengan ijin-nya, tentu saja) untuk menemukan
referensi² potensial.
Menyebar Kata (Promosi)
21. Ketika Ragu-ragu, Angkatlah Telepon
Daripada menyesali kekosongan bisnis Anda, mengetuk jari² Anda di
atas meja Anda dan menambah kerut² di kening Anda, lebih baik hubungilah
pelanggan. Sentuh dasarnya, lihat mereka sedang apa, kunjungi kantor mereka
ketika Anda menjalankan pesanan, lihat apakah ada yang bisa Anda lakukan
untuk mereka, sekalipun itu pekerjaan tak dibayar. Hal itu akan meningkatkan
hubungan Anda, dan Anda bisa menggetarkan memori mereka. Nah, jika Anda
tidak mengangkat telepon, maka Anda tidak akan pernah mendengar Aku
udah mau menelpon Anda nih! Artikel ini mula² diterbitkan di Entrepreneur.com
pada tahun 2001.
Diperbaharui dengan informasi baru pada tahun 2006
Terjemahan bebas bahasa Indonesia oleh Fahrurazi Yoesoef
|