"Sebaik-baiknya bisnis adalah yang dibuka,
bukan ditanyakan terus"

Home arrow Kolom arrow Ippho Santosa arrow Manusia Nomor Dua Terkaya di Dunia

Manusia Nomor Dua Terkaya di Dunia PDF Cetak E-mail
(2 votes)
Penilaian Pengguna: / 2
BurukTerbaik 

Ippho Siapa yang menyangka, Bill Gates sang perintis Microsoft yang kebetulan manusia terkaya di dunia, menyisihkan lebih dari sepuluh persen dari kekayaan pribadinya untuk yayasan sosial yang ia dan istrinya dirikan, Bill and Melinda Gates Foundation.

Kabar terakhir, Bill bahkan telah mendedikasikan 80 persen waktunya untuk yayasan tersebut, bukan lagi untuk Microsoft (Pst, rencananya Bill akan meninggalkan perusahaan peranti lunak tersebut pada Juni 2008).

Itu belum seberapa. Warren Buffett, seorang investor kenamaan yang kebetulan manusia nomor dua terkaya di dunia, malah memberi donasi pada Bill and Melinda Gates Foundation. Ditaksir, total donasinya melampaui 40 juta dolar (dengan jumlah sebesar itu, jadilah Warren pebisnis modern yang paling dermawan sejagat). Coba bayangkan sejenak, manusia nomor dua terkaya di dunia malah membesarkan yayasan yang dibangun oleh manusia terkaya di dunia!

Nah, menyimak cerita filantropi Bill dan Warren di atas, barangkali kita langsung bertanya-tanya, di manakah korelasi antara derma dan keberhasilan bisnis? Menurut hemat saya, maestro manajemen sekelas Peter Drucker sekalipun akan kelimpungan untuk menemukan kaitannya. Namun begitu, saya akan mencoba mengemukakan penjelasannya.

Pertama, melalui pendekatan spiritual. Pendekatan ini lebih menekankan keberadaan Hidden Stakeholder. Sepengetahuan kita, stakeholder itu adalah pihak yang mesti kita ladeni sembari kita menggeluti bisnis. Selama ini, kita mengakui pelanggan, pemasok, pekerja dan penanam modal sebagai stakeholder primer. Sedangkan pemerintah, media massa dan masyarakat umum, kita kenal sebagai stakeholder sekunder.

Terus, siapa itu Hidden Stakeholder? Jawabannya tidak lain adalah Yang Maha Kuasa. Umat beragama manapun percaya, Hidden Stakeholder inilah yang akan membalas setiap amalan. Termasuk balasan bagi mereka yang menyumbang. Bahkan kitab suci mengisyaratkan, bukan sekadar balasan linier, melainkan balasan eksponensial hingga 700 kali lipat. Inilah yang saya sebut dengan investasi spiritual.

Kedua, melalui pendekatan rasional. Begini, sebenarnya setiap kali kita memberi, maka pada waktu yang sama kita akan membuang ?energi negatif? keluar dari diri kita, sekaligus menghimpun ?energi positif? ke dalam diri kita. Hm, tidak percaya? Coba saja perhatikan! Selepas menyumbang, ada semacam perasaan plong. Iya ?kan? Kemudian akumulasi ?energi positif? itu membuat kita feel good dan feel good itu pun memancar. Sehingga ketika kita berhubungan dengan pelanggan, pemasok, atau siapapun, mereka juga merasakan hal yang sama, yakni feel good.

Dengan kondisi sedemikian, maka urusan kita dengan mereka pun dimudahkan. Dan cepat atau lambat itu semua akan melancarkan, bahkan melipatgandakan pendapatan kita -dengan seizin Hidden Stakeholder tentunya.

Ada sebuah kisah apik dan menarik semasa Tembok Berlin masih berdiri. Sekali waktu, warga Berlin Timur ingin memberi pelajaran untuk warga Berlin Barat, seteru mereka. Yah, bukan rahasia lagi, mereka kurang akur selama bertahun-tahun. Warga Berlin Timur pun mengirim truk yang memuat sampah, batu-batu, puing bangunan, dan benda-benda tidak berharga lainnya, kemudian mereka membuangnya di wilayah Berlin Barat.

Tidak perlu ditanya lagi, mengetahui kejadian ini, masyarakat Berlin Barat langsung marah. Mereka pun ingin membalas perbuatan tersebut dengan perbuatan yang kurang-lebih serupa. Untunglah, ada seorang yang bijak menasehati. Apa yang lantas dikirim oleh masyarakat Berlin Barat malah sebaliknya. Yakni berbagai kebutuhan pokok, mulai dari makanan, pakaian, hingga obat-obatan, yang semuanya amat langka di Berlin Timur. Barang-barang itu pun diletakkan di wilayah Berlin Timur disertai sebuah tulisan, ?Masing-masing memberi menurut kemampuannya.?
Barangkali, warga Berlin Barat tidak memperoleh keuntungan langsung dari kebaikannya itu. Namun satu hal yang pasti, ?energi positif? mereka meningkat dan itu merupakan bekal bagi diri mereka sendiri. ***

Ippho adalah produser Andalus, pembicara seminar dan penulis

feed0 Komentar

Tulis Komentar
 
 
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
kolom kecil | kolom besar
 

security image
Isikan karakter security


busy
 
 



INSPIRASI BISNIS

"Kata favorit saya adalah "mungkin", saya percaya segalanya dapat di mungkinkan" udaDennie.com


 

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini344
mod_vvisit_counterKemaren842
mod_vvisit_counterMinggu ini1983
mod_vvisit_counterBulan ini5070
mod_vvisit_counterTotal38557

YEA Indonesia


 

Agenda Acara

« < January 2009 > »
S M T W T F S
28 29 30 31 1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31
« < February 2009 > »
S M T W T F S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28

Komentar Terbaru

Bersaing dengan stud...
Tuh khan semua bermula dari yang kecil baru jadi B...
DEMI ORANG TUAKU, AK...
thanks bgt mas Apapun yang terjadi tetap eksis di ...
Menjadi Manusia Yang...
It's true, but really difficult to make it real. P...
Standard Operating P...
Thanks yah... kepake banget nih... btw... ada 9 un...
Ide Bisnis: Dari Man...
ide eksekusi = inlah salah satu hal yg membuat p...

Statistik USER

Total Member : 811
Member Terbaru : Pradhika Rama Ulianto
Member Online : 0
Hari ini : 3 Terdaftar
Minggu ini : 14 Terdaftar
Bulan ini : 37 Terdaftar

Pengunjung Online

Saat ini ada 8 tamu online

Anggota Online

Tidak ada Anggota Online