"Sebaik-baiknya bisnis adalah yang dibuka,
bukan ditanyakan terus"

Home arrow Kolom arrow Ippho Santosa arrow Kreatif Tidak Harus Aneh-aneh!

Kreatif Tidak Harus Aneh-aneh! PDF Cetak E-mail
(0 votes)
Penilaian Pengguna: / 0
BurukTerbaik 

Memang, kreativitas bisa menelurkan kesuksesan yang mengejutkan dan menakjubkan. Sekitar tahun 1989 perfilman Indonesia tengah menggelepar. Untunglah, dedengkot perfilman sekaliber Raam Punjabi tidak panik.

Ia segera berlabuh ke dunia sinetron, tontonan baru saat itu. Kebetulan, dunia pertelevisian kedatangan stasiun televisi swasta pertama, yaitu RCTI. Berkat kreativitas, Raam Punjabi tetap survive dengan sinetron komedinya Gara-gara yang dibintangi Lydia Kandou dan Jimmy Gideon. Hadirnya Museum Rekor Indonesia (MURI) dan buku Kelirumologi juga karena alasan yang sama, yakni kreativitas.

Nah, di mana letak urgensi kreativitas dalam bisnis praktis? Tengoklah, kini pasar tengah bergeser menuju zona ketidakpastian. Juga zona hiperkompetitif. Ironisnya, sebagian pelaku bisnis masih bersenjatakan strategi yang itu-itu saja. Kalau mentok, buntut-buntutnya anggaran promosi yang dihambur-hamburkan, bahkan harga yang dibanting! Ngawur ‘kan? Untuk itulah, dibutuhkan kreativitas! Tidak harus aneh-aneh. Dengan pendekatan yang sederhana juga boleh.

Ada seorang pria yang sejak belia sudah tergila-gila dengan komputer. Bayangkan saja, di usia 15 tahun ia telah memreteli komponen-komponen komputer. Ia pernah kuliah di University of Texas, Austin, dengan harapan kelak menjadi doktor. Namun kemudian ia memilih drop out.

Alih-alih meneruskan studinya, ia malah merintis bisnisnya sendiri di usia 19 tahun. Bermodalkan uang seribu dolar, entrepreneur muda ini coba-coba menggarap PC Limited Edition pada tahun 1984, yang merupakan pengembangan hardware yang digunakan IBM.

Dia pun mulai menjajakan produk itu kepada orang-orang. Setelah sekian lama menjajakan, barulah ia sadar bahwa ia harus menjual secara langsung kepada konsumen (direct marketing). Dengan demikian, diharapkan ia dapat memetakan sejelas-jelasnya keinginan dan kebutuhan konsumen. Sekaligus, menekan biaya tentunya. Meski sederhana, tetapi ini boleh disebut terobosan yang amat kreatif. Karena perusahaan komputer yang sudah-sudah, selalu mengandalkan perantara dalam aktivitas penjualannya.
Tahun 1985, ia mengotorkan tangannya sendiri dengan turun langsung merancang dan membikin komputer perdananya yang diberi nama Turbo PC di Zimbabwe. Dia menempelkan chip Intel 8018 yang berkecepatan 8 MHz. Rupa-rupanya banyak konsumen yang kesemsem, lantaran produknya bisa customized dan harganya relatif murah. Tidak tanggung-tanggung, ia langsung membukukan penjualan lebih dari 73 juta dolar AS.

Ekspansi bisnis pun ia aktifkan, tepatnya ke Inggris pada tahun 1987 dan berdirilah perusahaannya pada tahun 1988. Pada waktu yang sama, nilai IPO perusahaannya mencapai 80 dolar dolar AS. Pada tahun 2006, perusahaan pun diagungkan sebagai perusahaan komputer terbesar di dunia -setelah HP. Ia sendiri menjadi orang terkaya ke-4 di Amerika. Perusahaan itu adalah Dell Inc dan orang itu adalah Michael Dell. Jelas sudah, semua kemilau itu berawal dari secercah kreativitas yang sederhana.

Bagi saya, terobosan itu tidak selalu identik dengan pemborosan. Setidaknya, itu terlihat jernih pada Dell Inc. Di tanah air, Kalbe Farma dan Matari Advertising juga telah berulang kali menunjukkannya.
Sedikit berbeda dengan mahaguru pemasaran Philip Kotler. Melalui sebuah teleconference di Singapura, saya dengar sendiri pengakuan pakar pemasaran nomor satu di dunia, Philip Kotler, “Saya memoles kreativitas dengan menikmati karya-karya seni.” Nah, Anda bagaimana?

Ippho adalah produser Andalus, pembicara seminar, dan penulis 7 buku. Dua buku terbarunya adalah WOW! bersama Tantowi Yahya dan 10 Jurus Terlarang! Untuk konsultasi gratis, SMS penulis 0812-704-9090. 

feed1 Komentar
Yuli
July 04, 2008
203.130.203.56
Nilai: +0

Assalamu'alaikum da Ippho

Cukup menarik artikelnya, saya masih ingat nasehatnya da Ippho untuk Ade, kalau mau buka usaha, mulailah dengan mendekati usaha itu, apakah jadi pegawainya dulu atau yg lainnya, sehingga kita bisa belajar.
Untuk saat ini saya sudah memulai suatu usaha dengan modal kecil, Alhamdulillah sudah ada profitnya, Doakan saya dan suami sukses

Yuli
(Adik angkatnya Mas Budi Sulistio)

report abuse
vote down
vote up

Tulis Komentar
 
 
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
kolom kecil | kolom besar
 

security image
Isikan karakter security


busy
 
 



INSPIRASI BISNIS

"RIZKI=RISK (resiko). Semakin besar resiko yg kita tempuh, semakin besar Rizki yg akan kita dapatkan" Jaya Setiabudi


 

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini170
mod_vvisit_counterKemaren842
mod_vvisit_counterMinggu ini1809
mod_vvisit_counterBulan ini4896
mod_vvisit_counterTotal38383

YEA Indonesia


 

Agenda Acara

« < January 2009 > »
S M T W T F S
28 29 30 31 1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31
« < February 2009 > »
S M T W T F S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28

Komentar Terbaru

Bersaing dengan stud...
Tuh khan semua bermula dari yang kecil baru jadi B...
DEMI ORANG TUAKU, AK...
thanks bgt mas Apapun yang terjadi tetap eksis di ...
Menjadi Manusia Yang...
It's true, but really difficult to make it real. P...
Standard Operating P...
Thanks yah... kepake banget nih... btw... ada 9 un...
Ide Bisnis: Dari Man...
ide eksekusi = inlah salah satu hal yg membuat p...

Statistik USER

Total Member : 810
Member Terbaru : joe15
Member Online : 0
Hari ini : 2 Terdaftar
Minggu ini : 13 Terdaftar
Bulan ini : 36 Terdaftar

Pengunjung Online

Saat ini ada 5 tamu online

Anggota Online

Tidak ada Anggota Online