"Sebaik-baiknya bisnis adalah yang dibuka,
bukan ditanyakan terus"

Home arrow Success Story arrow Jaya Setiabudi

Jaya Setiabudi PDF Cetak E-mail
(501 votes)
Penilaian Pengguna: / 501
BurukTerbaik 

JayaMeski usia masih 35 tahun, namun sukses berbisnis telah diraih di genggamannya. Dengan kegigihan untuk berdiri di atas kaki sendiri, kegagalan-kegagalan yang dialaminya tak membuat ia bergeming untuk bertekad menjadi bos di perusahaan sendiri.

Siapa menyangka jika pemuda yang dulunya dikenal sebagai anak bandel temyata sekarang bisa menjadi seorang pengusaha sukses. Betapa tidak, ketika duduk di bangku SD, ia hampir dikeluarkan. Lalu semasa SMP pernah disumpahi oleh salah satu gurunya bahwa dirinya tidak mungkin menjadi orang sukses. Demikian halnya saat masuk STM, pria yang satu ini sering ”cabut” dari ruang kelas.



Namun, kini ia mampu membuktikan bahwa dirinya juga memiliki kemampuan lain yang lebih besar dari sekedar prestasi akademis. Hal ini tentu saja bukanlah keberuntungan, tapi kuatnya cita-cita dan dukungan orangtua.
 

Lebih baik kecil-kecil jadi BOZZ...

Meski belum mengetahui bagai­mana cara agar dirinya menjadi pengusaha. Namun, ia sudah bertekad untuk menjadi pengusaha. Dan ternyata cita-cita itu mendapat dukungan dari sang ayah, Untung Setiabudi. Pengalaman sang ayah bekerja di salah satu bank swasta dan perusahaan lain yang menimbulkan ketidakpuasan, membuat ayahnya memberi nasehat, "Lebih baik kecil-kecil jadi bos, daripada gedhe-gedhe jadi kuli". Pesan itulah yang memicu semangat bahwa dirinya mampu menjadi seorang entrepreneur.

Setelah berhasil menyelesaikan studi di salah satu institut swasta di Surabaya. Pria kelahiran Semarang, Jawa Tengah, 27 April 1973 ini segera mencari tempat untuk menimba ilmu dunia usaha. Dipilihlah salah satu anak perusahaan Astra Group menjadi wadah baginya untuk mempelajari sirkulasi perdagangan. Bahkan dengan pede (percaya diri), saat tes wawancara berlangsung, Jaya Setiabudi menya­takan bahwa tujuannya bekerja adalah mencari ilmu karena ia ingin menjadi pengusaha. Posisi yang dipilih pun bukan engineer sesuai dengan studi yang ditempuh, namun technical buyer.

Tak peduli jam kerja telah usai dan di saat karyawan lain sedang tertidur pulas di rumahnya, sarjana elektro ini makin asyik bergelut dengan pekerjaannya. Tujuannya hanya satu yakni mempelajari dan memahami dengan benar konsep pekerjaan tersebut, salah satunya adalah purchasing order.

Meski pimpinannya tak pernah tahu dan ia tak pernah mendapat uang lembur, dirinya terus bekerja dari hari Senin sampai Minggu tanpa mempedulikan besarnya gaji yang diperoleh. Kondisi ini berlangsung hampir selama 1 tahun penuh tanpa libur. Setelah dirasa puas dengan ilmu yang didapat maka putra keenam dari tujuh bersaudara ini memutuskan untuk mengundurkan diri. Lalu dimulailah langkahnya untuk menjejakkan kaki di dunia usaha setelah 1 tahun 4 bulan bekerja. Awal bisnisnya dibuka tepatnya di bulan Agustus 1998.

Dengan uang 4,5 juta di tangan, Jaya bersama 2 orang rekannya, membuka Industrial Supply. ”Alhamdulillah 3 bulan bangkrut”, katanya. Karena kegagalan itu pula, Jaya mengalami masa-masa sulit. Bahkan untuk makan sehari-hari, ia hanya bisa membeli satu buah telur dari uang receh yang dulu pernah tidak disukainya. Tapi suami dari Liana ini tetap tegar dan tak takut untuk mencoba lagi terjun ke dunia bisnis.

Dengan minimnya modal, dirangkullah orang lain untuk bekerjasama. Hanya dengan modal kepercayaan, Jaya membuka usaha yang serupa untuk kedua kalinya. Dengan sistem pembayaran mundur kepada supplier, maka ia bisa mendapat kelonggaran terhadap kondisi keuangannya. Setelah sekian waktu, secara perlahan usaha itu mulai merangkak naik dan mulai menunjukkan hasil. Seperti pengusaha pemula lainnya, merasa ”tangannya sakti”, Jaya terlalu cepat berekspansi bisnis, membuka warung makan, desain grafis, distribusi additif (otomotif), yang akhirnya ditutup dengan kerugian yang besar. ”Itu semua uang sekolah saya”, katanya tanpa beban.

Di usia bisnisnya yang menginjak tahun kesepuluh, Momentum Grup, begitu sebutan grup bisnisnya, telah membawahi beberapa perusahaan yang semuanya profitable. Bidang usahanya antara lain, distributor untuk produk-produk hi-tech industry, supplier dan retail di bidang Food and beverage dengan bendera ‘The Farmer’, agen oli (di Jakarta) dan perusahaan training Entrepreneurship. Yang kesemuanya telah dikelola oleh tenaga-tenaga profesional, sehingga sejak 2 tahun terakhir ini, dirinya tidak pernah lagi mengantor. ”Kecuali Momentum Entrepreneur Mindset (yang membidani Ecamp dan YEA), semuanya saya tidak pegang lagi”, imbuhnya. Sebagian besar perusahaannya berlokasi di Batam, karena disanalah tempat yang potensial untuk arus perdagangan baik skala nasional maupun internasional. Setelah Batam, dipilihlah Jakarta sebagai tempat kedua bagi bisnisnya.

Meski sudah memiliki beberapa perusahaan yang omzetnya mencapai kisaran miliaran rupiah perbulan, namun total pegawai yang dipekerjakan hanya 20an orang. Menurut pria yang suka tidur dan nonton film ini, rahasianya terletak pada pemilihan bisnis yang memiliki diferensiasi yang kuat dan sistem yang handal.
 

We Create Partners...

Hal itu juga harus ditunjang de­ngan kepemimpinan yang baik dengan motto yangdipegang, ”We create partners not employees” (Kami menciptakan rekan kerja bukan para pekerja). Motto itu dilaksanakan dengan keberaniannya untuk berbagi saham perusahaan kepada para pegawainya dengan jumlah yang disesuaikan dengan kriteria tertentu seperti integritas, loyalitas, dan beberapa kriteria lain. Penerapan konsep tersebut membuat karyawannya ikut memiliki perusahaan yang dinaunginya. Hasilnya perusahaan itu terus maju dan makin berkembang. ”Saya memiliki partner-partner yang jauh lebih pandai dari saya dan bisa mengembangkan perusahaan lebih baik daripada saya sendiri”, ucapnya merendah.

Meski bisnisnya makin merambah ke berbagai bidang, tapi anehnya ayah dari Sarah Aulia Setiabudi dan Alfin Risqi Setiabudi ini tak pernah sibuk mengurusi bisnisnya. Sebab, ia mempercayakan bisnisnya kepada para direksi yang dijadikannya sebagai rekan. Jadi dirinya sangat leluasa untuk bercengkrama dengan keluarga. Saat ini, sebagian besar waktunya diabdikan untuk membagi ilmu tentang dunia bisnis, secara aktif dengan menjadi narasumber wirausaha sejak 3 tahun terakhir ini di beberapa radio di Batam, TV lokal dan Kolumnis di media masa, baik lokal maupun nasional. Disamping itu, Mentor terfavorit 2008 versi Entrepreneur University ini, memiliki kesibukan berbagi di lebih dari 30 kota se-Indonesia.

Rupanya pria yang tidak suka dengan urusan politik ini tak puas hanya menjadi pengasuh forum pengusaha. la juga ingin memiliki nilai tambah dari sekedar pengusaha. Dan dirinya menunjukkan bahwa ia juga mampu membuat konsep wirausaha berdasarkan perjalanan penemuannya sendiri. Konsep tersebut rencananya akan dirangkum dalam buku yang ditulisnya sendiri dan akan segera launching tahun ini, dengan judul "The Power of Kepepet" dan ”MOMENTUM, The 5 Elements of Entrepreneurship”.

Sebagai entrepreneur, ia pun memiliki visi yang ingin digapainya. Pertama, ingin menciptakan sejuta pengusaha sukses. Dan yang kedua, bisa menjadi saluran rejeki bagi orang lain. Untuk mewujudkan visi tersebut, salah satu upaya yang dilakukan adalah membentuk Entrepreneur Association (EA). Tujuannya adalah menciptakan pengusaha Indonesia yang bermoral dan memiliki integritas. Asosiasi ini mampu mewadahi semua lapisan pengusaha untuk andil di dalamnya. Sistemnya melalui pengelompokan yang sesuai dengan kriteria yang ditetapkan yakni starting (pemula), growing (berkembang), dan expanding (meluas).

Meski saat ini ia telah meraih impiannya sebagai bos di perusahaan sendiri, namun Jaya tak lantas sombong dan puas dengan hasil yang diperolehnya. Ia mengakui bahwa masih banyak kekurangan yang ada pada dirinya. Untuk itu ia bersemboyan bahwa tak pernah ada kata untuk berhenti belajar. Dirinya terus belajar tentang berbagai hal antara lain leadership, pengembangan usaha, ataupun motivasi. Selain belajar dari para mentornya seperti Bob Sadino, Purdi E. Chandra, dan Andrie Wongso. Ia juga tak segan belajar dari teman-temannya tentang berbagai kasus yang mereka alami. Dari proses belajar yang tiada henti itu pula, ia masih ingin terus berkarya dalam dunia usaha. Buktinya, sekarang dirinya telah merencanakan untuk membuat perusahaan baru yang bergerak di bidang permodalan (Momentum Capital). Targetnya tahun ini perusahaan capital ini sudah mulai beroperasi dengan membeli saham perusahaan lain yang menguntungkan tapi memiliki keterbatasan dalam masalah modal.

Semua kerja keras dan kegigihan Jaya ternyata membuahkan kemapanan finansial yang tidak diperuntukkan bagi dirinya pribadi, tapi juga bagi keluarganya. Kendati demikian, kemapanan tersebut tak membuat dirinya lupa masa-masa sulit yang pernah dilaluinya, "Saya tetap menikmati masa-masa susah waktu itu. Andaikan mengalami kegagalan lagi, saya yakin bisa bangkit kembali", ujarnya. Jangan kaget jika kesehariannya, pria yang mengendarai Mercedes ini, hanya mengenakan t-shirt, celana jins dan bersandal ria. ”Itulah seragam kebesaran saya. Malas Jaim-jaiman”, imbuhnya.

Jaya yakin bahwa perjalanannya di dunia bisnis masih belum menemukan terminal pemberhentian. Dan ke depan, dirinya masih ingin mewujudkan obsesi yang didambanya selama ini yakni menciptakan Entrepreneur Place yang kelak menjadi Pusat Study dan Pariwisata Entrepreneur terbesar sedunia.

feed12 Komentar
dens
April 24, 2008
125.162.63.67
Nilai: +0

Mau jadi seperti anda juga ah.....

report abuse
vote down
vote up
diko
April 25, 2008
124.81.162.6
Nilai: +0

mas jaya, saltue to you... btw bukunya dah beredar di pasaran lum ???
ak pengen beli... ak jg lagi belajar jd entrepeuner...susah,,tapi worth it ..hehehe
keep fight till the end

report abuse
vote down
vote up
Edi Tjendra
April 27, 2008
125.162.63.162
Nilai: +0

Take ACTION, Make it HAPPEN !!

Trims Pak Jaya . . .
Kata - kata ini akan saya ingat selalu.
GBU

report abuse
vote down
vote up
Vofi Fitriana, ST
April 30, 2008
202.65.127.233
Nilai: +0

Saya Ketua kelas EU jambi angkatan kedua....anda inspirator buat saya....lain waktu saya ingin ngobrol khusus mengenai konsep create partner not employee...bagaimana stepnya hingga bisa ketahap tersebut sementara loyalitas dan kejujuran karyawan masih dipertanyakan????

report abuse
vote down
vote up
yudi
May 01, 2008
125.162.38.6
Nilai: +1

saya dari medan,saya sangat suka dengan kegigihan mas jaya untuk maju dan berkembang...anda bisa jadi inspirator buat saya...saya mau menanyakan kepada mas jaya apakah bisa dengan modal yang sangat minim untuk membuka usaha?sedangkan untuk membuka usaha itu memerlukan modal yg sangat besar apalagi sekarang ini persaingan makin ketat dan saling menjatuhkan...bagaimana caranya membuka usaha tanpa menggangu pekerjaan saya?usaha apa yg sangat cocok bila sedang menjalankan pekerjaan tetapi bisa untuk maju dan berkembang...saya sangat senang jika mas jaya memberikan masukan buat saya,mungkin jika mas mau buat usaha di medan mencari kawan bisnis dan tidak mempermasalahkan modal yg minim saya akan coba...terima kasih

report abuse
vote down
vote up
ecy
May 02, 2008
125.162.126.159
Nilai: +1

Ass wr wb
Baru ngeh nih yg dimaksud tangan sakti n fokus. Being the inspirator.
Wass
Ecy

report abuse
vote down
vote up
Dudy
May 02, 2008
222.124.7.100
Nilai: +0

FIGHT terus mas...
Mudah2an cita2 untuk menciptakan satu juta pengusaha baru tercapai....
dengan tambahan satu dari Palembang yaitu saya he...he...
FIGHT!!!!

report abuse
vote down
vote up
Budi
May 04, 2008
222.124.204.77
Nilai: +0

Pak Jaya, perkenalkan namaku Budi. Kebetulan aku di ajak kerjasama dari pihak asing untuk investasi di Indonesia yang bukan bidangku. Apa yang harus aku lakukan? Dan katanya mereka akan kirim Sertifikat Deposito Box (SDB)yang didalamnya terdapat sejumlah uang miliknya dan aku harus membayar biaya administrasi pemeriksaan kiriman barang di Bandara. Apa memang prosedurnya seperti itu untuk menerima kiriman dari luar, tolong infonya pak.

Aku sangat mengharapkan nasehat dari Pak Jaya.
Terima kasih
Budi

report abuse
vote down
vote up
deni
May 07, 2008
125.162.88.241
Nilai: +0

Buat rekan - rekan yang mau konsultasi langsung dengan pak Jaya, silahkan register dan masuk ke forum. :)

report abuse
vote down
vote up
W. Rudy Yahya
May 07, 2008
202.158.116.50
Nilai: +0

Pak Jaya, proses menjadi sukses anda menambah semangat saya untuk terus berjuang.

report abuse
vote down
vote up
Deny Manusia Ikan
July 17, 2008
125.162.59.164
Nilai: +0

Mantrap! Sukses selalu!

report abuse
vote down
vote up
Piet
December 10, 2008
202.158.47.164
Nilai: +0

wah pengin deh rasanya punya mental pantang mundur kyk mas Jay.... tapi gmn y ?? apa harus bener2 kepepet dulu ato kitanya ciptain kondisi 'kepepet' bwt kita sendiri???

report abuse
vote down
vote up

Tulis Komentar
 
 
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
kolom kecil | kolom besar
 

security image
Isikan karakter security


busy
 
 



INSPIRASI BISNIS

"Seorang Entrepreneur Sejati tidak dinilai dari kekayaan materinya saja, tapi dari kemampuannya BANGKIT dan BANGKIT dari setiap keJATUHan" Jaya Setiabudi


 

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini0
mod_vvisit_counterKemaren838
mod_vvisit_counterMinggu ini2477
mod_vvisit_counterBulan ini5564
mod_vvisit_counterTotal39051

YEA Indonesia


 

Agenda Acara

« < January 2009 > »
S M T W T F S
28 29 30 31 1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31
« < February 2009 > »
S M T W T F S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28

Komentar Terbaru

Bersaing dengan stud...
Tuh khan semua bermula dari yang kecil baru jadi B...
DEMI ORANG TUAKU, AK...
thanks bgt mas Apapun yang terjadi tetap eksis di ...
Menjadi Manusia Yang...
It's true, but really difficult to make it real. P...
Standard Operating P...
Thanks yah... kepake banget nih... btw... ada 9 un...
Ide Bisnis: Dari Man...
ide eksekusi = inlah salah satu hal yg membuat p...

Statistik USER

Total Member : 814
Member Terbaru : iyonamaku
Member Online : 0
Hari ini : 0 Terdaftar
Minggu ini : 17 Terdaftar
Bulan ini : 40 Terdaftar

Pengunjung Online

Saat ini ada 4 tamu online

Anggota Online

Tidak ada Anggota Online