|
Teringat pada saat mulai usaha dulu, semuanya serba idealis. Pokoknya yang di kepala dan kertas, segalanya yang muluk-muluk. Visi, misi, cita-cita, digembar-gemborkan setiap hari. Tapi, setiap lewat tanggal 20, jantung mulai cekot-cekot, omset belum mencapai target.
Sementara tagihan, gaji karyawan, listrik, air hampir jatuh tempo. Mulai kepanikan timbul, yang tadinya 'ngaku-ngaku' jual sparepart, berubah jual 'palugada' alias aPA LU mau GuA aDA. Dari spare part mesin industri sampai sprei dormitory pun disuplai. 'Bo pien' bahasa hokiennya alias nggak ada pilihan.
Perlombaan Tikus
Tahun berganti tahun, terlewati dengan selamat. Semua seperti kebiasaan. Katanya, bisnis kita jalan, kita jalan-jalan!? Gimana mau jalan-jalan, bahkan dibanding saat kerja sama orang, sekarang jauh lebih sibuk, seperti berjuang nggak ada habisnya. Kelihatannya sibuk, tapi hasilnya nggak jelas. Nggak berhenti sampai disitu, gimana dengan persaingan. Saat pesaing mulai nongol, harga mulai banting-bantingan. Ujung-ujungnya merugi terus dan tutup. Itulah fenomena pengusaha kecil.
Jalan Tol
Tapi coba lihat sisi belahan pengusaha yang lain. Awalnya memang berjuang mati-matian, tapi sekarang santaipun duit mengalir. Persaingan harga tidak benar-benar menjadi masalah. Kerja tidak ngoyo, tapi hasilnya bisa dinikmati. Banyak orang (termasuk saya, dulu) berfikir bahwa pengusaha seperti itu, pasti terlibat KKN atau bisnis haram. Ternyata setelah ketemu orangnya langsung dan menjelaskan bagaimana mereka bisa makmur sementara yang lain seperti perlombaan tikus di tong setan.
Ternyata mereka menjalankan bisnis dengan cara yang berbeda. Mereka menerapkan hukum PARETO. 20% effort mereka, menghasilkan 80%. Sementara yang lain justru kebalikannya, kerja 8 jam, hasil 2 jam. Kuncinya di Leverage dan strategi pemasaran yang jitu. Mereka tidak membidik yang kebanyakan orang bidik. Mereka tidak bekerja seperti orang lain bekerja.
Bagi anda yang belum mulai usaha, tetap aja mulai, jangan banyak analisa. Setelah mulai, baru analisa. Bagi anda yang sudah mulai, bahkan sudah lama menjalankan bisnis tapi kok nggak maju-maju alias mentok, cari waktu untuk menenangkan diri. Bagaimana agar dengan effort 20% mendapat hasil 80%. Analisa kembali alur bisnis anda. Analisa pasar dan persaingan bisnis yang anda geluti. Cari celah pasar yang tidak terbidik orang lain (sedikit pemain) tapi berpotensi. Masuk ke celah itu, edukasi, kuatkan brand anda, jangan terlibat di pasar generik. Kunci pasar dengan proteksi, seperti distributorship/ lisensi, branding, atau dengan menjadi raksasa secepat mungkin (untuk produk generik). Terakhir, buatlah sistem, jangan terjebak dengan rutinitas dan bentuklah tim untuk menduplikasi tugas-tugas anda. Mungkin anda bertanya, Itu kan untuk yang punya modal banyak, gimana dengan yang modalnya pas-pasan? Jika anda pas-pasan, ya cari partner yang nggak pas-pasan. Asalkan kita berfokus ke SOLUSI, bukan masalah, pasti ada jalan keluarnya. Work Smart !
FIGHT!
Jaya Setiabudi
Director Y.E.A
Coach Entrepreneur Camp
Pendiri Entrepreneur Association
Email :
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
Hp : 0819 818 919
|